Repository
Universitas Winaya Mukti


Penelitian Dosen

Penelitian atau Publikasi Karya Ilmiah Dosen



Pelaksanaan Sistem Perencanaan dan Pengendalian Kebutuhan Bahan dalam Produksi Meubeul

  • Kategori : Jurnal Nasional
  • Penulis : Euis Dasipah
  • Identitas : Majalah Ilmiah Universitas Winaya Mukti Vol. 25, No. 2, Oktober 2013, Hal. 39-50, ISSN 0853-7692
  • Abstrak :

    Implementasi sistim perencanaan dan pengendalian kebutuhan bahan yang terstruktur dalam proses produksi dapat menghindari kemungkinan terjadi hal-hal yang kurang baik. khususnya untuk perencanaan dengan permintaan yang dependen. Permintaan dependen adalah permintaan suatu produk yang berkaitan dengan permintaan untuk produk lainnya. Sistim perencanaan kebutuhan bahan (MRP materials requirements planning) digerakkan oleh jadwal induk produksi yang menentukan produk akhir dari suatupmgsi produksi. MRP merupakan sistem perencanaan kebutuhan bahan dan mengendalikan proses produksi. Tujuan MRP adalah meminimalkan persediaan dan menentukan berapa banyak dan kapan suatu komponen. bahan diperlukan sesuai jadwal induk produksi. Selain itu. metode MRP berguna untuk mengurangi resiko keterlambatan produksi atau pengiriman dengan memperhatikan waktu tenggang produksi dan pengadaan bahan, sehingga tanah sediaan, waktu produksi dan pengiriman barang sesuai jadwal produksi induk MPS (master production schedule). MPS adalah gambaran atas periode perencanaan dari suatu perimnintaan, rencana pemasok dan penatrerata, sediaan akhir dan kuantitas yanng dijanjikan tersedia ATP (available to promise) Bagan bahan (Bill of Materials) adalah daftar terstruktur dari semua bahan yang diperlukan. untuk membuat barang jadi, rakitan. sub rakitan, bagian yang akan dibuat atau bagian-bagian yang dibeli. MRP harus memiliki data sediaan yang up to date dan akurat bagi setiap komponen barang baik yang sudah terjadi maupun yang sedang direncanakan. Data ini mencakup: nomor identifikasi, jumlah barang yang terdapat di gudang, jumlah yang akan dialokasikan, tingkat persediaan minimum, komponen yang sedang dipesan. waktu kedatangan dan waktu tenggang (procurement lead time) bagi setiap komponen. Perencanaan kapasitas memerlukan jadwal produksi induk, bagan bahan, catatan persediaan dan pemecahan bagian

Preview