Repository
Universitas Winaya Mukti


Penelitian Dosen

Penelitian atau Publikasi Karya Ilmiah Dosen



Analisa Penentuan Break Event Point pada Usaha Kopi Arabika (Coffea Arabica L) (Suatu Kasus pada Petani Kopi di Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung)

  • Kategori : Penelitian Tidak Dipublikasikan
  • Penulis : Ana Yohana, Fajar Rizky Munggaran
  • Identitas : Paper Penelitian
  • Abstrak :

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Break Event Point dan penjelsanan tentang keragaan usaha tani kopi arabika, dengan menghitung biaya-biaya produksi; pendapatan; efisiensi dari usaha kopi ini. Teknik penelitian yang digunakan adalah survey dimana peneliti melakukan pendekatan langsung terhadap para petani dan menjelaskan hasil dari pengumpulan data, sebagai satuan analisisnya adalah para petani di Desa Girimekar, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Bandung. Responden diambil berdasarkan penarikan contoh 46 orang petani. Teknik analisis yang digunakan adalah teknis deskriptif dengan metode penelitiannya adalah analisis break event point, dengan sebelumnya menhitung unsur-unsur biaya maupun pendapatan yag diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian, keragaan usahatani kopi arabika yang dilakukan oleh petani terindikasi belum diusahakan secara intensif. Kegiatan dimulai dari penanaman pohon pelindung; persiapan lahan dimulai dari kegiatan : pembukaan lahan, Pembuatan Jalan Produksi, dan Pembuatan terasering; Penggunaan bibit kopi adalah dari jenis benih dari kebun induk dan bersertifikat sesuai persyaratan benih; Pengaturan jarak tanam sesuai ketentuan 60 cm x 60 cm x 40 cm, berbentuk trapezium; Pemupukan menganut azas pemupukan berimbang; Pemangkasan bentuk, produksi dan rejuvinasi ; Pengendalian HPT ; Penerapkan teknologi panen dan paska panen meliputi kegiatan: menentukan waktu panen. Capaian Produktivitas diperoleh 1,42 kg/pohon dengan harga jual Rp 8.000/kg. Keragaan usahatani kopi arabika dilihat dari biaya produksi total Rp 13.419.024/ha atau biaya rata-rata, BR Rp 4.228/kg, Dengan harga jual rata-rata Rp 8.000/kg maka diperoleh pendapatan Rp 11.971.862/ha dengan efisiensi usahatani kopi arabika 1,89. Sedangkan untuk penghitungan nilai break event ponit dalam unit untuk usahatani kopi arabika adalah sebanyak 864 kg kopi glodongan, dan nilai dalam moneter sebesar Rp.6.912.000,-.Secara faktual usahatani kopi arabika telah melewati batas skala usaha titik impas. Jika dikonversi ke dalam luas lahan maka batas skala usaha minimal adalah 0,27 ha. Usahatani kopi arabika memiliki batas keamanan usaha yang sangat aman, hal tersebut ditunjukan oleh MOS 75,92 %, Kata Kunci: biaya-pendapatan, efisiensi, titik impas, kopi arabika

Preview