Repository
Universitas Winaya Mukti


Tugas Akhir Mahasiswa

Hasil Penelitian Mahasiswa



Analisis Tingkat Kerawanan Bahaya Banjir Dengan Metode AHP (Analiytical Hierarchy Process) ; Studi Kasus Kabupaten Lebak, Provinsi Banten

  • Kategori : TA Mahasiswa
  • Penulis : Biyan Rehza Fasha
  • Identitas : 4122.3.17.13.0030 - Teknik Geodesi
  • Abstrak :

    Banjir merupakan suatu fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai khususnya di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pemetaan kerawanan potensi banjir sangat lah penting, sebagai peringatan dini sehingga mengurangi dampak kerusakan yang terjadi dengan menganalisis parameter – parameter penyebab banjir menggunakan sistem informasi geospasial. Dengan pemodelan AHP (Analytical Hierarchy Process) menggunakan pembobotan berjenjang tertimbang dalam penentuan tingkat kerawanan banjir di Kabupaten Lebak. Parameter yang digunakan pada penelitian banjir ini adalah buffer sungai, curah hujan, kemiringan lereng, ketinggian wilayah, jenis tanah, penggunaan lahan. Hasil analisi didapatkan Kabupaten Lebak terdapat 3 (tiga) kelas tingkat kerawanan bencana banjir antara lain sangat rawan 289 km2 (8,75%) meliputi Kecamatan Wanasalam, Malingping, Bayah dan Cimarga, kerawanan sedang 1369 km2 (41,45%) dominan menyebar di setiap Kecamatan, dan tidak rawan 1645 km2 (49,80%) meliputi kecamatan Cibeber, Cigemblong, Gunung Kencana dan Lebak Gendong. Kata Kunci : Banjir, SIG, AHP ABSTRACT Flood is a natural phenomenon that usually occurs in an area that is drained by rivers, especially in Lebak Regency, Banten Province. Mapping of potential flooding vulnerability is very important, as an early warning so as to reduce the impact of damage by analyzing the parameters that cause flooding using a geospatial information system. With AHP (Analytical Hierarchy Process) modeling using tiered weighting in determining the level of flood hazard in Lebak Regency. The parameters used in this research are river buffer, rainfall, slope, area height, soil type, land use. The analysis results obtained by Lebak Regency, there are 3 (three) classes of flood hazard levels, including very vulnerable 289 km2 (8.75%) including Wanasalam, Malingping, Bayah and Cimarga Districts, moderate hazard 1369 km2 (41.45%) dominant spreading in every district, and not prone to 1645 km2 (49.80%) covering the districts of Cibeber, Cigemblong, Gunung Kencana and Lebak Gendong. Keywords : Flooding, GIS, AHP

Preview

Laman Terkait

SINTA

Science and Technology Index (SINTA)

GARUDA

Garba Rujukan Digital (GARUDA)

RAMA

Repository Penelitian Dosen & Mahasiswa

ARJUNA

ARJUNA Akreditasi Jurnal Nasional